NADIKABAR.COM — Buat Anda yang baru mulai mengikuti NBA, menonton satu pertandingan kadang terasa seperti masuk ke percakapan yang semua orang sudah tahu bahasanya.

Ada yang bilang pick and roll, switch, fast break, and-one, sampai triple-double. Belum lagi ketika komentator mulai menyebut clutch, box out, spacing, atau turnover.

Tenang, tidak harus hafal semuanya sekaligus.

Pada dasarnya, istilah-istilah tersebut hanya digunakan untuk menggambarkan apa yang terjadi di lapangan. Setelah mengetahui artinya, menonton pertandingan NBA biasanya akan terasa jauh lebih mudah.

Berikut sejumlah istilah basket yang paling sering muncul dalam pertandingan NBA.

Assist adalah umpan yang langsung menghasilkan tembakan masuk.

Misalnya, Stephen Curry memberikan operan kepada Klay Thompson dan Thompson langsung memasukkan tembakan tiga angka. Curry mendapatkan satu assist.

Dalam statistik NBA, assist memang didefinisikan sebagai operan yang secara langsung menghasilkan tembakan masuk.

Karena itu, pemain yang punya kemampuan playmaking biasanya juga memiliki catatan assist tinggi.

Rebound adalah bola pantul setelah sebuah tembakan gagal masuk.

Offensive rebound terjadi ketika pemain dari tim yang sedang menyerang mendapatkan bola pantul. Sementara defensive rebound terjadi ketika pemain bertahan mengamankan bola setelah tembakan lawan gagal.

Jadi, ketika seorang pemain mencatat 12 rebound dalam satu pertandingan, angka tersebut merupakan gabungan dari rebound ofensif dan defensif.

Rebound penting karena memberikan kesempatan tambahan untuk menyerang atau menghentikan lawan mendapatkan kesempatan kedua.

Turnover terjadi ketika sebuah tim kehilangan penguasaan bola sebelum menghasilkan tembakan yang seharusnya.

Penyebabnya bisa macam-macam. Salah oper, bola direbut lawan, melakukan travelling, shot clock violation, atau pelanggaran lain yang membuat possession berakhir.

Semakin banyak turnover, semakin banyak pula kesempatan yang diberikan kepada lawan.

Makanya, ketika komentator mengatakan sebuah tim harus "menjaga turnover", maksudnya bukan sekadar jangan salah oper. Mereka sedang berbicara tentang menjaga agar setiap possession tidak terbuang percuma.

Steal adalah ketika pemain bertahan berhasil merebut atau mengamankan bola dari penguasaan lawan.

Contohnya, seorang guard membaca operan lawan, memotong jalur bola dan kemudian berlari melakukan fast break.

Statistik steal sering digunakan untuk melihat kemampuan pemain dalam menghasilkan turnover bagi lawan, meskipun pertahanan yang bagus sebenarnya jauh lebih luas daripada sekadar jumlah steal.

Block terjadi ketika pemain bertahan berhasil menghalangi atau menepis percobaan tembakan lawan.

Kalau Victor Wembanyama meloncat dan menepis layup lawan sebelum bola masuk, itu adalah block.

NBA mendefinisikan block sebagai situasi ketika pemain bertahan menyentuh bola pada percobaan tembakan lawan sehingga kesempatan mencetak angka tersebut terhalang.

Karena itu, pemain dengan jumlah block tinggi biasanya memiliki pengaruh besar dalam menjaga area sekitar ring.

Fast break adalah serangan cepat yang dilakukan setelah tim mendapatkan penguasaan bola, biasanya sebelum pertahanan lawan sempat kembali ke posisi.

Misalnya, seorang pemain merebut bola, kemudian langsung mengoper kepada rekannya yang berlari menuju ring dan menghasilkan dunk.

NBA bahkan memiliki statistik khusus bernama fast break points, yaitu jumlah angka yang diperoleh dari situasi serangan cepat.

Paint adalah area berwarna di sekitar ring.

Ketika komentator mengatakan sebuah tim "mendominasi paint", biasanya maksudnya tim tersebut banyak mencetak angka atau menguasai area dekat ring.

Ada pula istilah points in the paint atau PITP, yaitu jumlah poin yang dicetak dari area tersebut. NBA juga mencatat statistik ini secara khusus.

Jadi kalau sebuah tim menang 54-38 dalam points in the paint, mereka berarti mencetak 54 angka dari area paint, sementara lawannya 38.

Nah, ini salah satu istilah yang hampir pasti akan sering kamu dengar saat menonton NBA.

Pick and roll adalah pola serangan ketika seorang pemain memasang screen untuk rekan setim yang membawa bola.

Setelah memasang screen, pemain tersebut kemudian bergerak menuju ring.

Misalnya, seorang guard membawa bola. Center kemudian memasang screen untuk menghalangi pemain bertahan. Guard menggunakan screen tersebut untuk melewati penjaganya, sementara center bergerak menuju ring.

Pilihan serangannya kemudian bisa bermacam-macam.

Guard bisa menembak, mengoper kepada center yang melakukan roll, atau mengoper ke pemain lain yang terbuka.

Sederhana, tetapi sangat sulit dihentikan jika dilakukan oleh pemain yang tepat.

Screen adalah gerakan seorang pemain untuk menghalangi jalur pemain bertahan agar rekan setimnya mendapatkan ruang.

Screen biasanya digunakan untuk membebaskan pemain yang membawa bola atau menciptakan ruang bagi pemain lain untuk menerima operan dan menembak.

Karena itu, ketika melihat seorang pemain tidak menyentuh bola tetapi terus bergerak dan membuat ruang bagi rekannya, jangan buru-buru menganggap dia tidak berkontribusi.

Bisa jadi dia sedang melakukan pekerjaan penting melalui screen.

Switch adalah strategi pertahanan ketika dua pemain bertahan bertukar penjagaan setelah terjadi screen.

Contohnya, seorang guard menjaga guard lawan. Kemudian pemain lawan memasang screen dengan seorang center.

Alih-alih tetap mengikuti pemain yang dijaganya, guard tersebut bertukar penjagaan dengan center dari timnya.

Hasilnya, center menjaga guard lawan dan guard menjaga center lawan.

Strategi ini sangat sering terlihat di pertandingan NBA modern.

Closeout adalah gerakan pemain bertahan untuk mendekati pemain lawan yang mendapatkan bola dan berada dalam posisi menembak.

Tujuannya jelas: jangan biarkan lawan menembak dengan nyaman.

Namun, closeout juga harus dilakukan dengan hati-hati. Jika pemain bertahan terlalu agresif dan lawan melakukan gerakan melewati penjagaan, dia bisa dengan mudah dilewati menuju ring.

Jadi, closeout yang bagus bukan sekadar berlari mendekati shooter.

Pemain bertahan harus bisa memperlambat lawan tanpa kehilangan keseimbangan.

Istilah ini biasanya muncul setelah sebuah pemain mencetak angka sambil mendapatkan pelanggaran.

Misalnya, pemain melakukan layup, bola masuk, tetapi sebelum bola masuk dia dilanggar pemain bertahan.

Jika tembakannya tetap masuk dan wasit memberikan satu free throw tambahan, komentator biasanya akan meneriakkan "and-one".

Jadi, and-one pada dasarnya adalah kesempatan mendapatkan tambahan satu free throw setelah mencetak field goal dan mendapatkan shooting foul dalam satu rangkaian permainan.

Free throw atau lemparan bebas adalah kesempatan mencetak angka tanpa penjagaan langsung dari lawan setelah terjadi pelanggaran tertentu.

Satu free throw yang masuk menghasilkan satu angka.

Karena itu, jangan heran jika sebuah tim bisa mendapatkan banyak poin tanpa ada tembakan dari permainan terbuka.

Statistik seperti FTA atau free throws attempted menunjukkan berapa kali sebuah tim atau pemain melakukan percobaan free throw, sedangkan FT% menunjukkan persentase free throw yang berhasil masuk. Sederhananya free throw mirip dengan tendangan penalti di sepak bola.

Travelling adalah pelanggaran ketika pemain membawa bola dan melakukan pergerakan kaki yang tidak diperbolehkan oleh aturan.

Ini salah satu pelanggaran yang sering membingungkan penonton baru karena pemain NBA terlihat bisa melakukan banyak langkah ketika melakukan drive.

Kuncinya ada pada gather dan pivot foot. Setelah pemain menguasai bola, ada aturan mengenai bagaimana kaki dapat digunakan sebelum melakukan dribble, passing atau shooting.

Kalau wasit meniup peluit sambil menunjuk gerakan kaki, besar kemungkinan yang terjadi adalah travelling.

FIBA juga memasukkan travelling sebagai salah satu bentuk turnover dalam pencatatan pertandingan.

Double dribble terjadi ketika pemain sudah menghentikan dribble, lalu kembali melakukan dribble.

Misalnya, seorang pemain melakukan dribble, kemudian menangkap bola dengan kedua tangan. Kalau setelah itu dia kembali memantulkan bola ke lantai tanpa adanya kondisi yang diperbolehkan aturan, wasit dapat meniup peluit.

Sudah berhenti dribble, tidak boleh mulai dribble lagi.

Shot clock adalah batas waktu yang diberikan kepada tim untuk menyelesaikan satu possession dengan percobaan tembakan yang memenuhi ketentuan.

Di NBA, shot clock berlangsung selama 24 detik.

Artinya, tim tidak bisa terus memegang bola tanpa batas waktu.

Ketika angka di atas ring atau papan skor terus turun dari 24, itu adalah waktu yang tersisa bagi tim untuk menyelesaikan possession tersebut.

Kalau waktunya habis tanpa memenuhi ketentuan, terjadilah shot clock violation dan bola berpindah kepada lawan.

Possession berarti penguasaan bola.

Satu possession dimulai ketika sebuah tim menguasai bola dan berakhir ketika penguasaan tersebut selesai, misalnya karena tembakan masuk, turnover, atau situasi lain yang mengakhiri serangan.

Istilah ini penting karena statistik modern NBA tidak hanya melihat berapa banyak poin yang dicetak tim, tetapi juga seberapa efisien mereka mencetak angka dalam setiap possession.

Salah satunya adalah points per possession atau PPP, yang mengukur jumlah poin yang dihasilkan per possession.

Kalau kamu sering membaca berita NBA, istilah clutch hampir pasti muncul.

Clutch merujuk pada situasi pertandingan yang sangat menentukan, biasanya ketika laga sudah memasuki menit-menit akhir dan skor masih ketat.

Pemain yang mampu mencetak angka atau membuat keputusan penting dalam situasi tersebut sering disebut sebagai pemain clutch.

Karena itu ada istilah seperti clutch shot, yaitu tembakan penting yang membantu tim dalam situasi krusial.

Ini salah satu statistik yang paling terkenal di NBA.

Triple-double terjadi ketika seorang pemain mencatat setidaknya 10 dalam tiga kategori statistik utama dalam satu pertandingan.

25 poin, 12 rebound, dan 11 assist.

Kategori yang paling umum digunakan adalah poin, rebound dan assist. Namun, triple-double juga bisa melibatkan steal atau block.

Jika seorang pemain mencapai 10 dalam empat kategori statistik, istilahnya berubah menjadi quadruple-double.

Konsepnya mirip triple-double, tetapi hanya membutuhkan dua kategori statistik yang mencapai dua digit.

Statistik ini sangat sering digunakan untuk menggambarkan performa pemain, terutama center dan big man yang biasanya memiliki peluang besar mengumpulkan poin serta rebound.

Setelah pertandingan selesai, kamu biasanya akan melihat tabel berisi statistik setiap pemain.

Di sana biasanya terdapat informasi seperti menit bermain, poin, rebound, assist, steal, block, turnover, serta persentase tembakan.

Kalau kamu ingin memahami seberapa bagus penampilan seorang pemain tanpa menonton seluruh pertandingan, box score bisa menjadi titik awal yang cukup berguna.

NBA bahkan menyediakan berbagai statistik tradisional dan lanjutan dalam database resminya.

Tiga persentase ini juga akan sering muncul.

FG% adalah persentase keberhasilan semua field goal, baik tembakan dua maupun tiga angka.

3P% adalah persentase keberhasilan tembakan tiga angka.

Sementara FT% adalah persentase keberhasilan free throw.

Misalnya seorang pemain mencatat 50 persen FG, artinya separuh dari percobaan field goal-nya masuk.

Namun, jangan langsung menganggap pemain dengan FG% lebih tinggi selalu lebih hebat. Jenis tembakan yang diambil juga penting.

Pemain yang banyak melakukan tembakan tiga angka tentu memiliki konteks statistik yang berbeda dengan center yang lebih sering mencetak angka di dekat ring.

Plus-minus menunjukkan selisih angka ketika seorang pemain berada di lapangan.

Misalnya sebuah tim mencetak 110 poin dan lawannya 100 ketika seorang pemain berada di lapangan.

Jika selisih yang tercatat untuk pemain tersebut adalah +10, artinya timnya unggul 10 angka selama dia bermain.

Sebaliknya, angka -10 berarti timnya kalah 10 angka selama pemain tersebut berada di lapangan.

NBA mendefinisikan plus-minus sebagai selisih poin ketika pemain atau tim berada di lapangan.

Namun, statistik ini juga tidak bisa dibaca sendirian.

Seorang pemain bisa memiliki +15 karena bermain bersama starter terbaik timnya, sementara pemain lain mungkin memiliki angka negatif karena lebih sering bermain bersama unit cadangan.

Kalau kamu melihat tulisan DNP di box score, jangan bingung.

Artinya, pemain tersebut masuk dalam daftar tim tetapi tidak bermain dalam pertandingan.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari cedera, keputusan pelatih, hukuman, hingga alasan lainnya.

Kalau ditulis DNP-CD, biasanya berarti Did Not Play - Coach's Decision, atau pemain tidak dimainkan berdasarkan keputusan pelatih.

Terakhir, ada istilah yang sering terdengar menjelang pertandingan berakhir.

Garbage time adalah periode ketika selisih skor sudah sangat jauh sehingga peluang tim yang tertinggal untuk mengejar kemenangan menjadi sangat kecil.

Pada situasi ini, pelatih biasanya mulai memberikan menit bermain kepada pemain cadangan.

Namun, tidak ada batas angka resmi yang menentukan kapan sebuah pertandingan otomatis masuk garbage time.

Karena itu, istilah ini lebih merupakan istilah umum dalam pembicaraan basket daripada kategori resmi dalam statistik pertandingan.

Setelah tahu istilahnya, NBA jadi lebih mudah diikuti

Pada awalnya memang terlihat seperti banyak istilah yang harus dihafalkan.

Padahal, kamu tidak perlu langsung menguasai semuanya.

Mulai saja dari yang paling sering muncul: assist, rebound, turnover, steal, block, fast break, pick and roll, possession, clutch dan shot clock.

Setelah terbiasa menonton beberapa pertandingan, istilah seperti switch, closeout, spacing sampai and-one akan mulai terasa natural.

Dan ketika sudah mulai membaca box score, kamu juga akan lebih mudah memahami kenapa seorang pemain bisa dianggap tampil bagus meski tidak mencetak 30 poin.

Karena basket bukan cuma soal siapa yang paling banyak memasukkan bola.

Ada rebound, assist, pertahanan, efisiensi, keputusan dalam possession, sampai pekerjaan kecil seperti screen yang tidak selalu terlihat di kolom statistik.

Semakin paham istilahnya, semakin banyak detail kecil dalam pertandingan yang bisa dinikmati, demikian mengutip NBA dan FIBA.