Ada sekitar 40 peserta yang berpartisipasi dalam gelaran itu. Terdiri dari perwakilan lembaga sekolah, OPD dan instansi lainnya di Kota Blitar.

Masing-masing peserta menampilkan keberagaman budaya dari sejumlah daerah. Mulai dari tarian, icon (identitas) hingga busana daerah di Nusantara.

"Jadi pagelaran Blitar Ethnic Carnival ini memang sengaja menyuguhkan adat dan budaya Nusantara. Sebenarnya kita kan mempunyai ribuan budaya Nusantara, tapi kami tampilkan 40 perwakilan dari 38 provinsi," jelasnya.

Menurutnya, BEN Carnival kali ini tidak hanya digelar malam hari untuk pertama kalinya tapi juga dipastikan lebih memperhatikan penonton. Itu setelah barikade pembatas penonton dan peserta parade tidak lagi menggunakan pagar besi.