NADIKABAR.COM — Kanker payudara selama ini lebih sering dikaitkan dengan perempuan. Namun, anggapan bahwa laki-laki tidak mungkin terkena penyakit tersebut ternyata keliru. Laki-laki juga memiliki jaringan payudara sehingga tetap memiliki kemungkinan mengalami kanker payudara, meski kasusnya jauh lebih jarang.
American Cancer Society memperkirakan sekitar 2.670 laki-laki di Amerika Serikat akan didiagnosis mengalami kanker payudara invasif pada 2026. Sekitar 530 laki-laki diperkirakan meninggal akibat penyakit tersebut pada tahun yang sama.
Mengapa laki-laki bisa terkena kanker payudara?
Secara anatomi, laki-laki tetap memiliki jaringan payudara, meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan perempuan. Jaringan tersebut berada di belakang puting dan dapat mengalami perubahan sel yang kemudian berkembang menjadi kanker.
Kanker payudara pada laki-laki memang tergolong langka. National Cancer Institute (NCI) menyebut sebagian besar kasus kanker payudara pada laki-laki ditemukan pada usia yang lebih tua. Risiko juga dapat meningkat karena faktor genetik, riwayat keluarga, paparan radiasi pada bagian dada, serta kondisi tertentu yang memengaruhi keseimbangan hormon.
Salah satu faktor genetik yang perlu diperhatikan adalah perubahan atau mutasi pada gen BRCA1 dan BRCA2. Laki-laki dengan perubahan pada gen tersebut dapat memiliki risiko kanker payudara yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki tanpa perubahan gen tersebut. Riwayat keluarga dengan kanker payudara juga dapat menjadi faktor risiko.
Selain itu, penelitian yang dirangkum NCI menemukan hubungan antara kanker payudara pada laki-laki dengan beberapa kondisi, seperti obesitas, ginekomastia atau pembesaran jaringan payudara pada laki-laki, serta sindrom Klinefelter.
Gejala kanker payudara pada laki-laki pada dasarnya dapat berupa perubahan pada jaringan payudara. Tanda yang paling umum adalah munculnya benjolan di sekitar payudara, terutama di bawah atau dekat puting.
Menurut American Cancer Society, benjolan tersebut biasanya terasa keras dan tidak menimbulkan rasa sakit, meskipun karakteristiknya tidak selalu sama pada setiap orang.
Selain benjolan, beberapa perubahan yang perlu diperhatikan antara lain perubahan bentuk atau kondisi puting, puting yang masuk ke dalam, perubahan kulit di sekitar payudara, keluarnya cairan dari puting, serta pembengkakan kelenjar getah bening di area ketiak.
Meski begitu, tidak semua benjolan atau perubahan pada payudara berarti kanker. Beberapa kondisi lain juga dapat menyebabkan perubahan pada jaringan payudara. Karena itu, perubahan yang tidak biasa sebaiknya diperiksakan kepada tenaga medis untuk mengetahui penyebabnya.
Apakah benjolan di payudara laki-laki selalu kanker?
Jawabannya tidak. Salah satu kondisi yang cukup dikenal pada laki-laki adalah ginekomastia, yaitu pembesaran jaringan payudara. Kondisi ini berbeda dengan kanker payudara dan dapat berkaitan dengan perubahan keseimbangan hormon.
Karena itu, keberadaan benjolan tidak bisa digunakan untuk langsung menyimpulkan seseorang mengalami kanker. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, jika diperlukan, pemeriksaan pencitraan atau pengambilan sampel jaringan untuk memastikan diagnosis.
American Cancer Society juga menyebut bahwa kebanyakan perubahan pada payudara bukan merupakan kanker. Namun, perubahan yang tidak biasa tetap perlu mendapat perhatian.
Kapan laki-laki perlu memeriksakan diri?
Laki-laki sebaiknya tidak mengabaikan perubahan yang menetap pada area payudara, terutama jika muncul benjolan, perubahan pada puting atau kulit, maupun cairan yang keluar dari puting.
Kanker payudara pada laki-laki memang jarang, tetapi bukan berarti tidak mungkin terjadi. Kesadaran terhadap perubahan pada tubuh menjadi penting karena sebagian besar kasus pada laki-laki ditemukan setelah muncul tanda atau gejala.
Dengan demikian, anggapan bahwa kanker payudara hanya dapat dialami perempuan tidak sepenuhnya benar. Laki-laki juga bisa terkena kanker payudara karena tetap memiliki jaringan payudara. Meski risikonya jauh lebih rendah, mengenali perubahan yang tidak biasa dan memeriksakannya sejak awal tetap menjadi langkah penting.