Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair ini menilai konser belum tentu terjadi setiap tahunnya. Inilah yang membuat para penggemar rela merogoh kocek untuk membahagiakan diri (self-reward).

Gancar menambahkan, perdebatan di media sosial yang menganggap ekonomi Indonesia dalam kondisi aman karena tiket konser habis terjual adalah sebuah ilusi. Faktanya, konsumsi tiket demi memenuhi kebutuhan tersier adalah konsumsi jangka pendek karena perekonomian jangka panjang yang tidak pasti

"Padahal, pemenuhan kebutuhan tersier yang dilakukan saat ini merupakan bentuk konsumsi dengan short-term orientation (orientasi jangka pendek). Mengingat perekonomian jangka panjang penuh dengan ketidakpastian, konsumen memilih untuk membahagiakan dirinya dalam jangka pendek," jelasnya.

Jumlah pembeli tiket konser sebenarnya hanya merepresentasikan porsi kecil dari total populasi (bubble effect). Menurut Gancar, segmentasi pembeli tiket konser didasarkan pada loyalitas konsumen yang sangat fanatik (hardcore loyalist). Kondisi ini tidak bisa terukur dari konsumsi kebutuhan tersier yang sifatnya tidak rutin.