Terdapat sejumlah kriteria yang digunakan BPS dalam pemeringkatan desil. Dilansir laman resmi BPS, penentuan desil di antaranya menggunakan indikator penghasilan, kepemilikan suatu barang, daya listrik, dan pekerjaan.

Bukan hanya itu, karakteristik sosial ekonomi seseorang juga menjadi bahan penilaian. Sebut saja kondisi perumahan, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, komposisi keluarga, dan sumber air minum.

Pelbagai aspek di atas kemudian dipertimbangkan menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT). Tes itu berguna untuk memperkirakan tingkat kesejahteraan keluarga.

"Karena menggunakan kombinasi berbagai karakteristik, satu kondisi atau satu indikator saja tidak dengan sendirinya menentukan posisi desil suatu keluarga," tulis BPS dalam Siaran Pers Nomor 32/02500/HM.240/2026 tertanggal 21 Agustus 2026.

Lantas, desil berapa saja yang bakal dapat bansos?

Pertama-tama, perlu pembaca ketahui bahwasanya desil adalah pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraan. Total, ada 10 desil di DTSEN, dengan desil 10 merupakan kelompok dengan kesejahteraan paling mumpuni.

Menurut keterangan di laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial, desil 1-4 adalah prioritas penerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako yang dulu bernama Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Adapun keluarga di desil 5 bisa diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI)-Jaminan Kesehatan (JK).