NADIKABAR.COM — Narasi mengenai roh orang meninggal sebelum 40 hari masih berada di sekeliling rumah sering kali dipercayai oleh umat Islam. Kepercayaan ini kerap disertai anggapan bahwa roh tersebut masih ingin berkumpul dengan keluarganya dan belum mau meninggalkan kediaman lamanya.
Lantas, benarkah roh orang meninggal sebelum 40 hari masih di rumahnya?
Dijelaskan dalam buku Misteri Kehidupan Alam Barzakh oleh Ipnu Rinto Nugroho, kepercayaan roh masih berada di rumah hingga 40 hari awalnya bersumber dari hadits yang beredar di kalangan umat Islam, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Seseorang apabila meninggal, maka rohnya dibawa berputar-putar di sekeliling rumahnya selama satu bulan, dan di sekeliling makamnya selama satu tahun, kemudian roh itu dinaikkan ke suatu tempat di mana roh orang hidup bertemu dengan arwah orang mati."
Matan tersebut dicatat As-Sayuthi dan Ad-Dhailami. Namun, hadits tersebut dinilai palsu karena tidak memiliki sanad dan sumber-sumber hadits yang terpercaya.
Roh orang meninggal dicabut dan dipisahkan dari jasadnya. Pernyataan ini berkaitan dengan anjuran menutup mata orang yang meninggal agar jasadnya tidak mengikuti perginya roh. Disebutkan dalam buku At-Tadzkirah Jilid 1 karya Imam Syamsuddin Al-Qurthubi, Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ الرُّوحَ إِذَا قُبِضَ تَبِعَهُ الْبَصَرُ.
Artinya: "Sesungguhnya apabila roh dicabut, maka diikuti oleh pandangan mata." (HR Muslim)