Sementara itu, Kepala UPB Karian Vita Ariesta Fitriana menyebut penurunan elevasi muka air waduk disebabkan kurangnya debit air yang masuk dari hulu selama musim kemarau. Sementara itu, waduk harus tetap beroperasi untuk mendukung Daerah Irigasi Ciujung menjelang musim tanam I pada awal November 2026.
"Penyusutan yang terjadi selalu dipantau oleh Unit Pengelola Bendungan. Elevasi tinggi muka air saat ini berada di +62,6 mdpl. Jika dibandingkan dengan Rencana Tahunan Operasi Waduk 2025/2026, ini adalah normal karena masih berada di Batas Operasi Normal Atas (BON A)," ujarnya saat dihubungi terpisah.
Tiga kampung yang kembali terlihat adalah Kampung Somang, Kampung Bondol, dan Kampung Taganjing. Elevasi kampung-kampung tersebut berada pada kisaran +62 hingga +75 mdpl.
"Desa Somang berada di daerah hulu, di elevasi antara +62 s.d. +75 mdpl, sehingga penurunannya akan terlihat lebih jelas dibandingkan dengan daerah lainnya," katanya.