Dalam kesempatan itu, Nanang menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Kapolri yang berhalangan hadir secara langsung dalam kegiatan panen tersebut.

"Permohonan maaf disampaikan atas ketidakhadiran Bapak Kapolri yang seyogianya hadir, namun karena ada kegiatan bersifat nasional bersama Bapak Presiden, beliau mendelegasikannya," ungkap Nanang.

Keterlibatan Polda Jatim dalam sektor pertanian juga disebut telah menghasilkan sejumlah capaian di lapangan. Berdasarkan data internal kepolisian, lebih dari 1.200 hektare lahan terlantar dan aset milik Polri di Jawa Timur telah dialihfungsikan menjadi lahan produktif.

Sementara itu, program pendampingan petani jagung yang dilakukan jajaran Polres di Jawa Timur mencatat rata-rata hasil panen hingga 7,8 ton per hektare. Tahap awal distribusi benih unggul Bhayangkara ditargetkan menyasar puluhan kelompok tani binaan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Nanang menjelaskan pendampingan terhadap komoditas jagung dinilai penting karena kebutuhan pangan merupakan salah satu fondasi kesejahteraan masyarakat. Selain mendukung pasokan pakan ternak dan konsumsi nasional, peningkatan produktivitas pertanian juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan dan mendukung upaya pencegahan stunting.