NADIKABAR.COM — Bentrokan pecah antara polisi dan sejumlah pengunjuk rasa di Paris, Prancis saat pawai protes mencapai tujuan akhir. Gas air mata memenuhi jalanan.

Dilansir AFP, Minggu (1/11/2026), puluhan orang yang mengenakan penutup wajah dan berpakaian serba hitam menggunakan palu untuk mencungkil batu trotoar, lalu melemparkannya ke arah polisi.

Bom motolov juga dilemparkan ke arah aparat keamanan. Polisi merespons dengan menembakkan gas air mata dan melakukan beberapa kali tindakan pembubaran paksa menggunakan tongkat.

"Kelompok inti yang terdiri dari beberapa ratus perusuh di bagian belakang barisan pawai menyerang polisi dengan berbagai proyektil, termasuk bom molotov," ungkap pihak kepolisian Paris.

"Aparat sedang melakukan manuver untuk memulihkan ketertiban umum", tambah mereka.

Pihak berwenang menyatakan bahwa di luar insiden tersebut, proses pembubaran unjuk rasa berlangsung tanpa kendala berarti.

Sebuah kendaraan meriam air disiagakan di dekat lokasi yang direncanakan sebagai titik pembubaran pawai-yang menurut kepolisian Paris diikuti oleh 70.000 orang.