"Ya, jadi Anoa sudah mengarah ke sana dengan bawa sajam, ada bawa apa tadi senapan angin yang dimodifikasi itu. Nah, beberapa memang dari Anoa yang terkena, ada yang kena kakinya dan sebagainya," ucapnya.

Hari menyebut massa mendatangi lokasi dengan melengkapi diri memakai senjata tajam hingga senapan angin modifikasi. Situasi di lapangan sempat tak terkendali karena jumlah massa jauh lebih banyak dibandingkan aparat kepolisian.

"Kita mundur sudah tidak bisa, karena jumlah kita kalah. Akhirnya ada satu meninggal, kemudian beberapa luka di kaki dengan lengan, kalau enggak salah," ujar Hari.