NADIKABAR.COM — Bentrokan antarwarga Kelurahan Nunu dan Tatura Utara (Anoa) di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang awalnya diduga dipicu pengeroyokan satpam perumahan berinisial MA, tak kunjung selesai. Dalam tiga bulan terakhir, perang antarwarga sudah tiga kali terjadi di lokasi yang sama.

Perang antarwarga ini sudah mulai terjadi pada pertengan Juli 2026. Namun tawuran terus berlanjut, massa saling serang menggunakan batu, petasan hingga busur panah di Jalan Anoa hingga Jembatan Lalove pada Kamis (6/8) malam dan Jumat (4/9) dini hari.

Dirangkum NadiKabar.com, Sabtu (5/9/2026), berikut rentetan bentrokan antarwarga Kelurahan Nunu dan Anoa di Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu:

Tawuran antarwarga dipuci pengeroyokan satpam perumahan berinisial MA di kompleks perumahan Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Selasa (21/7) malam. Korban awalnya mendengar percekcokan rumah tangga yang melibatkan pria inisial AD dengan istrinya.

"Awalnya terjadi perselisihan tim redaksi suami dan istri. Korban yang bertugas sebagai petugas keamanan kemudian berupaya melerai pertengkaran tersebut," ujar Kapolsek Palu Selatan, Muhammad Kasim kepada wartawan, Rabu (22/7).

Setelah melerai, korban mengingatkan pasutri tersebut agar tidak membuat keributan di lingkungan perumahan. Teguran itu ternyata membuat AD tersinggung.

"Setelah ditegur, pelaku sempat meninggalkan tempat. Namun dia kembali bersama teman-temannya dan melakukan tindak penganiayaan terhadap korban," jelas Kasim.

Pengeroyokan itu membuat korban luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu. Polisi masih melakukan penyelidikan adanya keterlibatan pelaku lain setelah AD ditangkap.