"Saya tidak meminta orang untuk langsung berpihak kepada saya. Saya hanya berharap orang bisa melihat persoalan ini secara utuh," katanya.

Ibu tiga anak ini juga menyoroti bagaimana konflik dua public figure kerap digiring menjadi ajang pembagian peran oleh netizen, mulai dari siapa yang menjadi korban hingga siapa yang disalahkan. Padahal, persoalan rumah tangga, nafkah, hingga pengasuhan anak tidak sesederhana yang terlihat di media sosial.

"Di tengah semua polemik ini saya berharap kepentingan anak-anak tetap menjadi perhatian utama. Dan saya mohon konflik kedua orang tua itu tidak ada sangkut pautnya dengan anak-anak, jadi jangan di-bully anak-anaknya, jangan membuat narasi tidak baik tentang anak-anak," tuturnya.

Mengenai keputusannya merilis rekaman bukti ke publik yang sempat menuai pro-kontra, Sarwendah meminta publik tidak langsung menghakimi karakter maupun motifnya. Ia hanya menginginkan keadilan yang didasari oleh pemeriksaan fakta dan bukti nyata, bukan sekadar persepsi liar.