Pergerakan ini terjadi karena Australia berada di atas lempeng tektonik yang terus bergerak. Pergerakan Australia bukan sekadar fenomena di atas peta. Di bagian utara, lempeng yang membawa Australia sudah berinteraksi dengan wilayah Asia Tenggara. Australia bergerak ke arah kawasan Indonesia, Papua, dan Asia Tenggara yang merupakan salah satu zona tektonik paling rumit di Bumi.

Di kawasan ini, lempeng dan fragmen kerak Bumi saling bertabrakan, menunjam, terlipat, dan bergeser. Proses tersebut membantu membentuk pegunungan, menghasilkan gempa bumi, serta memengaruhi aktivitas vulkanik. Jadi, pergerakan Australia yang hanya beberapa sentimeter per tahun sebenarnya terus memberi tekanan pada kawasan di sekitarnya.

Prof Zheng-Xiang Li dari Curtin University sebelumnya menjelaskan pengukuran GPS global menunjukkan Australia bergerak sekitar 7 cm per tahun menuju Asia.