Hal itu diperkuat adanya bukti keberadaan mobil Avanza Silver nopol B 2447 SIF sesuai dengan yang di dapat di CCTV Gerbang Tol Halim diduga merupakan mobil operasional yang digunakan Dedi melakukan aksinya.
"Selanjutnya tim gabungan melakukan upaya paksa dan berhasil mengamankan pelaku Dedi sebagai kapten berikut kartu ATM dan mobil oprasionalnya," lanjut Arsya.
Berdasarkan pengakuan Dedi, terungkap bahwa komplotan ini bergerak secara terpisah dan kerap bergerak lintas provinsi untuk melancarkan aksinya. Dari pengakuan itu pula anak buah Dedi mulai ditangkap di beberapa wilayah berbeda.
"Dari pengakuannya sudah melakukan pencurian dengan modus ganjel ATM di beberapa lokasi yaitu di Gresik, Probolinggo, Ponorogo, Situbondo, Batu Malang, Magelang, Jogja, Solo, Cirebon dan beberapa kota lainnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah," ungkap Arsya.
Anak buah Dedi tersebut diantaranya, Yorlis Antoni alias Anton Lampung selaku sopir ditangkap di area SPBU Cilegon. Disusul Andi Peti yang juga sebagai sopir diamankan di Rest Area Karang Tengah arah Jakarta, Tangerang.