Kejadian bermula pada 6 Juli 2026 KM Sumber Sejati berangkat melaut dari Pelabuhan Popoh, Tulungagung sekitar pukul 18.00 WIB. Selanjutnya kapal yang berisi 33 ABK tersebut mencari ikan di perairan Samudra Hindia.

"Dari informasi pengurus kapal, korban terakhir diketahui pada 17 Agustus 2026 sekitar pukul 00.00 WIB masih bermain ponsel bersama rekannya sebelum beristirahat," ujarnya.

Sekitar pukul 3.00 WIB saat ABK dibangunkan untuk kembali bekerja, korban diketahui sudah tidak ada di dalam kamar kapal. Titik terakhir korban dilaporkan hilang pada koordinat 11°59'47.00" LS dan 111°37'39.00" BT.