NADIKABAR.COM — Aterosklerosis menjadi salah satu penyebab utama serangan jantung dan stroke. Kondisi ini terjadi ketika plak lemak menumpuk di dinding arteri hingga menghambat aliran darah.

Masalahnya, aterosklerosis kerap berkembang perlahan tanpa menimbulkan gejala. Kondisi tersebut membuat peneliti terus mencari tanda yang dapat membantu dokter mengenali risiko penyakit kardiovaskular lebih awal.

Salah satu tanda yang kini mendapat perhatian ialah xanthelasma, yaitu bercak kekuningan yang muncul di sekitar mata. Studi terbaru yang terbit di jurnal Atherosclerosis meneliti kemungkinan hubungan tim redaksi kondisi tersebut dan risiko kejadian kardiovaskular.

Xanthelasma muncul ketika makrofag, yakni sel dalam sistem kekebalan tubuh, dipenuhi kolesterol dan lemak lainnya. Kondisi ini sering berkaitan dengan kadar kolesterol darah yang tinggi, meski tidak selalu demikian.

Peneliti dari Stanford University kemudian mengkaji kemungkinan hubungan tim redaksi xanthelasma dan aterosklerosis karena keduanya sama-sama berkaitan dengan penumpukan lemak.

"Beberapa penelitian mendukung hubungan tim redaksi xanthelasma dan peningkatan risiko kejadian kardiovaskular, sementara penelitian lainnya memperdebatkan bahwa kondisi tersebut mungkin bukan faktor risiko independen setelah faktor risiko tradisional diperhitungkan," tulis peneliti oftalmologi Stanford Negin Yavari dan koleganya dalam makalah yang diterbitkan, dikutip dari Science Alert, Kamis (10/9/2026).

"Seiring penelitian terus mengungkap hubungan tim redaksi xanthelasma dan faktor risiko kardio-serebrovaskular, kami bertujuan mengevaluasi hubungan tim redaksi xanthelasma dan kejadian kardio-serebrovaskular mayor (MACCEs) pada populasi penelitian yang besar."

Penelitian tersebut menganalisis data kesehatan 17.925 orang yang mengalami xanthelasma. Peneliti kemudian membandingkannya dengan 17.925 orang dalam kelompok kontrol.

Kelompok kontrol terdiri atas orang dengan presbiopia, kondisi yang membuat seseorang kesulitan melihat objek dalam jarak dekat. Peneliti memilih kelompok tersebut karena mereka juga menjalani pemeriksaan mata sehingga dapat memastikan tidak memiliki xanthelasma.