"Intina mah da heureuy (bercanda) keterlaluan kitu. Jangan dibayangkan, sampai terjadi apa-apa, panjang lebar, enggak sebetulnya," ungkap Mubtadi.

Saat disinggung mengenai bentuk perlakuan yang dimaksud, Mubtadi menerangkan kejadian bermula saat korban sedang duduk lalu diduduki oleh oknum bersangkutan. Ia menegaskan sikap bercanda semacam itu tetap tidak dapat ditoleransi.

"Ah da heureuy (bercanda), cuma, dia lagi duduk, didudukin gitu. Bagi saya mah tetep terjadi, cuman, nanti ya tidak seperti yang dibayangkan gitu, kumaha remas-remas, enggak. Pokoknya mah kitu lah, heureuy, heureuy biasa, cuman keterlaluan memang. Enggak bisa ditolerir, ya," jelasnya.

Menyikapi insiden yang bergulir di kantornya, Mubtadi mengaku langsung mengambil langkah dengan mengumpulkan para siswa magang di kantor Dishub.

"Iya kemarin dikumpulkan, kasihan anak-anak yang ini," ujar Mubtadi.