Anggaran sebesar Rp7 miliar dialokasikan untuk program ini agar siswa bisa mendapatkannya secara gratis. Dengan demikian, bahan pembelajaran tak lagi menjadi beban pengeluaran orang tua di Karawang.

Program ini juga mengubah intervensi pendidikan dari bantuan parsial menjadi pemerataan akses bahan ajar secara langsung di seluruh sekolah negeri.