NADIKABAR.COM — Apa yang memungkinkan Indonesia tetap menjadi satu bangsa di tengah wilayah kepulauan yang membentang dari ujung barat hingga ujung timur, serta dari ujung utara hingga ujung selatan Nusantara, dengan ratusan bahasa daerah dan keragaman etnis?

Salah satu jawabannya adalah Bahasa Indonesia. Keberadaannya bukan sekadar berkah yang mempersatukan bangsa, melainkan juga modal sosial yang memperluas kesempatan untuk belajar, bekerja, berpartisipasi dalam kehidupan demokratis, dan membangun kesejahteraan bersama.

Salah satu keputusan penting dalam sejarah bangsa Indonesia terjadi pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928. Para pemuda menyatakan menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.