Chris tidak memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan kembali asetnya. Apalagi, perusahaan tersebut tidak berada di bawah pengawasan Financial Conduct Authority, lembaga regulator jasa keuangan Inggris.

Ia akhirnya hanya bisa menyaksikan nilai Bitcoin miliknya terus meroket.

"Rasanya sangat menyakitkan melihat harga Bitcoin terus melonjak naik. Lama-kelamaan, saya berhenti memantaunya karena berpikir: 'percuma saja, aset itu sudah hilang'," kisahnya.

Harapan Chris kembali muncul pada awal tahun ini. Istrinya menyarankan Chris menghubungi perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam pemulihan mata uang kripto yang hilang.

Chris pun mengikuti saran tersebut. Proses pemulihan ternyata berjalan lebih mudah daripada upayanya mengingat kembali kata sandi lama.

Dalam hitungan bulan, perusahaan tersebut berhasil memulihkan dana Chris.