Awalnya, ia mengira benjolan itu hanya pembengkakan kelenjar getah bening. Namun, ia akhirnya memutuskan memeriksakan diri hingga mendapat diagnosis kanker.
Selama menjalani kemoterapi, Berlliana merasakan tubuhnya lemas dan nyeri. Kondisinya berangsur normal setelah pengobatan selesai dan memasuki masa remisi pada 2017.
"Perjuangannya sama dengan yang lainnya. Pasti berat, nggak ada yang lebih berat atau lebih ringan sih menurut aku kalau soal kanker, sama-sama berat kayak yang lainnya. Gak ada istimewanya lah, sama kayak pejuang yang lain," tuturnya.
Perjuangan Berlliana tak berhenti sampai di situ. Pada 2025, ia menjalani operasi pengangkatan kista di Korea Selatan. Keputusan itu diambil karena, kista yang dialaminya mulai mengganggu dan ada kesempatan untuk menjalani operasi.