NADIKABAR.COM — Masih ingat Labubu, karakter fiksi berbentuk seperti kelinci dengan telinga panjang runcing, kepala besar, sembilan gigi tajam, dan ekspresi nakal yang sempat viral pada 2024?
Labubu diciptakan seniman asal Hong Kong Kasing Lung dan diproduksi secara eksklusif oleh perusahaan budaya dan hiburan asal China, Pop Mart. Karakter itu kemudian mendunia.
Perusahaan yang didirikan pada 2010 itu tidak hanya menjual mainan. Bisnisnya mencakup rantai produksi, mulai dari mengikat kontrak eksklusif bersama seniman, mengembangkan karakter menjadi kekayaan intelektual (IP), hingga mengubahnya menjadi beragam produk koleksi.
Pop Mart mulai berkolaborasi dengan sejumlah seniman pada 2015, termasuk Kenny Wong, pembuat karakter Molly. Setahun kemudian, perusahaan meluncurkan seri Molly Zodiac yang terdiri atas 12 figur dan hanya diproduksi sebanyak 200 set. Seri tersebut terjual habis dalam hitungan detik.
Pop Mart kemudian mengembangkan kekayaan intelektual menjadi barang koleksi yang dijual dalam bentuk blind box. Selain Molly, perusahaan mengembangkan karakter seperti Dimoo, The Monsters, Hirono, Twinkle Twinkle, dan Skullpanda dalam beragam produk, termasuk boneka, figur, dekorasi rumah, hingga taman hiburan.
Pada 2023, popularitas Labubu membuat Pop Mart mendapat perhatian luas. Karakter tersebut juga ditampilkan sejumlah pesohor, termasuk Lisa Blackpink.
Hingga akhir 2025, Pop Mart memiliki lebih dari 670 toko dan 2.800 mesin penjual otomatis (vending machine) dengan produk yang menjangkau lebih dari 90 negara. Pada paruh pertama 2026, pendapatan perusahaan dari pasar China mencapai 12,2 miliar RMB, meningkat 47,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Belakangan, Labubu dan karakter lainnya juga dapat berinteraksi langsung dengan penggemar melalui Pop Land, taman hiburan milik Pop Mart di Beijing.