Yvonne mengatakan proses yang dilakukan mengedepankan prinsip perlindungan data pribadi. Kemlu meminta seluruh pihak agar tidak berspekulasi terkait persoalan tersebut.
Yvonne mengatakan pemerintah Indonesia telah meminta Rusia mengecualikan WNI dari perekrutan militer negara mereka. Pemerintah juga mendalami modus perekrutan yang terindikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
"Pemerintah RI telah menyampaikan permintaan resmi melalui jalur diplomatik kepada pemerintah Rusia agar mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan WNI tidak direkrut ke dalam militer maupun formasi lainnya terkait militer di Rusia melalui jalur apa pun, termasuk praktik yang terindikasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO)," ujar Yvonne.
"Pemerintah RI juga telah meminta agar Indonesia dimasukkan ke dalam daftar negara yang warga negaranya dikecualikan dari perekrutan militer Rusia melalui jalur apapun, dengan penerapan secara efektif dan segera," tambahnya.
Kemlu terus berkoordinasi dengan KBRI Moskow dan pihak terkait untuk mendalami kemungkinan penipuan dan eksploitasi dalam proses perekrutan. Kemlu juga memastikan langkah penanganan dan pelindungan WNI sesuai ketentuan berlaku.
"Pemerintah RI mengimbau masyarakat agar senantiasa memverifikasi keabsahan tawaran pekerjaan di luar negeri melalui instansi berwenang, mewaspadai tawaran pekerjaan dengan imbalan tidak wajar, tidak menandatangani kontrak yang tidak dipahami, serta memperhatikan risiko keselamatan dan konsekuensi hukum keterlibatan dalam dinas militer asing," imbuhnya.
Kabar serupa juga pernah menyeret nama Rendi, pemuda asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), disebut meninggal dunia setelah diduga sebagai tentara bayaran yang membela Rusia. Keluarga menyebut Rendi sempat menolak untuk dipindah menjadi pasukan tempur.
Starki, Ketua RT 03 RW 01 Air Keruh, Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, mengatakan informasi mengenai kondisi Rendi diperoleh dari pihak keluarga dan rekan Rendi yang berada di Indonesia.
"Pihak keluarga dapat telepon dari kawannya yang di Indonesia, itu dia sudah meninggal," kata Starki, dilansir NadiKabar, Rabu (30/9/2026).
Starki mengatakan Rendi meninggalkan Natuna sekitar 2022 untuk mencari pekerjaan. Awalnya Rendi disebut pergi ke Tanjungpinang, kemudian Batam dan Jakarta.
"Dia meninggalkan Ranai sekitar 2022. Tujuan awalnya ke Tanjungpinang, cari kerja. Setelah beberapa tahun di Tanjungpinang, ke Batam, kemudian ke Jakarta," ujarnya.