"Saat ini lebih dari dua juta jiwa di Jalur Gaza hidup tanpa makanan yang cukup, tanpa air minum yang layak, tanpa pengobatan, tanpa listrik, dan tanpa layanan dasar," tuturnya.
Tak hanya di Gaza, kondisi memprihatinkan juga terjadi di Tepi Barat akibat pengrusakan kamp pengungsian serta perintangan akses ibadah di Masjid Al-Aqsa. Oleh karena itu, penyaluran bantuan kemanusiaan seperti pasokan makanan, air bersih, pengobatan, pendidikan, hingga fasilitas hunian darurat harus terus diupayakan bersama.
Menanggapi hal tersebut, MoU dengan BAZNAS RI diharapkan dapat memastikan seluruh proses penyaluran bantuan masyarakat Indonesia berjalan semakin transparan, cepat, dan tepat sasaran.