"Tentunya apa yang kami sampaikan hari ini, semoga semua keluhan kami harus balance dengan penataan kawasan," pinta Kadek.

Kadek mengungkapkan sebagian besar wisatawan yang datang sebenarnya sangat antusias dengan keindahan alam Nusa Penida. Namun, sekitar 85% di antaranya justru terkejut dan 75% merasa tidak nyaman setibanya di lokasi akibat kondisi infrastruktur yang memprihatinkan.

Para driver mengeluhkan kondisi jalan utama yang sempit, berlubang, dan jauh dari kata layak. Fasilitas umum pendukung juga dinilai minim, diperparah dengan kemacetan lalu lintas yang terus-menerus terjadi, terutama di kawasan Pelabuhan Banjar Nyuh.

"Jalan sudah sangat memprihatinkan. Sempit dan berlubang, tetapi kami berusaha untuk melalui," imbuh Kadek.

Tak hanya soal jalanan rusak dan kemacetan, para driver juga menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang membuat mereka harus menghabiskan waktu berjam-jam mengular dalam antrean. Masalah ini, kata Kadek, membuat kesabaran para pekerja di lapangan kerap diuji.

Sementara Satria dalam pertemuan menerangkan Nusa Penida menjadi fokus utama pembangunan tahun ini secara holistik. Pemkab Klungkung tidak hanya membenahi infrastruktur jalan di hampir seluruh akses, tetapi juga memastikan ketersediaan air bersih, pembangunan pasar, fasilitas kesehatan, penanganan sampah, juga infrastruktur pendukung lainnya.

Satria juga memaparkan rencana pembangunan jembatan penghubung Ceningan-Lembongan yang dapat dilalui mobil. Ia pun mengapresiasi masukan para driver sebagai bahan evaluasi penting bagi pemkab.