Merespons maraknya informasi tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah menyatakan siap turun tangan.
Kepala Seksi KSDA Wilayah II Pangkalan Bun, Handi Nasoka, menyebutkan bahwa pihaknya akan menerjunkan tim ke lapangan guna menyisir lokasi kejadian. "Belum ada laporan. Besok kami bersama anggota akan ke lokasi," tegas Handi.
Handi turut mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil tindakan mandiri, seperti mengejar atau berusaha menangkap beruang tersebut secara langsung, mengingat kondisi fisik dan emosional satwa yang diduga cedera belum dapat dipastikan.
"Apabila menemukan keberadaan beruang, masyarakat diminta tetap menjaga jarak aman dan segera melaporkannya kepada petugas melalui layanan penyelamatan satwa liar Balai KSDA Kalimantan Tengah di nomor 0811-5218-500," ucap Handi.