Yani menyebut perbaikan JPD tidak hanya berdampak pada kelancaran mobilitas warga, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Pemerintah kabupaten juga mengambil peran dalam menangani kerusakan jalan lingkungan maupun jalan poros desa.
"Harapannya tentu perekonomian di desa pasti meningkat. Kemudian dana desa juga berkurang, otomatis kami yang handle untuk kerusakan, baik itu jalan lingkungan maupun jalan poros desa yang berada di desa tersebut," jelasnya.
Selain sektor ekonomi, pembangunan betonisasi JPD juga dinilai mendukung aktivitas pertanian. Jalan yang lebih baik akan memudahkan petani mengangkut hasil pertanian dari lahan menuju tempat tujuan.
"Program prioritas Presiden terkait dengan ketahanan pangan ini sangat bersinergi dengan pembangunan jalan poros desa, khususnya betonisasi. Tentu petani-petani kita mudah untuk mengangkut hasil pertaniannya," pungkasnya.