NADIKABAR.COM — Pembalap Aprilia Racing Marco Bezzecchi hanya ingin mengalihkan fokus ke balapan utama MotoGP Indonesia 2026 setelah gagal finis dalam Sprint Race akibat insiden di Tikungan 1 Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sabtu.

"Sayang sekali, karena saya dan Raul Fernandez telah melakukan semuanya dengan bagus hingga hari ini, meski begitu masih ada besok (balapan utama)," kata dia seraya menegaskan keinginannya membantu tim untuk bangkit setelah hasil mengecewakan tersebut.

Bezzecchi terjatuh pada lap pertama setelah terlibat insiden yang melibatkan Raul Fernandez (SuperFile Trackhouse) dan Marc Marquez (Ducati Lenovo Team). Fernandez, juga gagal melanjutkan balapan setelah insiden tersebut.

Marc dan Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46) terlibat manuver agresif, sementara Bezzecchi berusaha menghindari situasi di depannya sebelum bersenggolan dengan Fernandez.

Hasil itu mengecewakan Bezzecchi karena dia merasa memiliki kecepatan kompetitif sepanjang rangkaian sesi di Mandalika. Pembalap Italia tersebut sebelumnya tampil kuat dan menjadi salah satu kandidat yang diperhitungkan dalam persaingan di barisan depan.

Meski kecewa, pembalap berumur 27 tahun itu berusaha menjaga semangat timnya menjelang balapan utama yang dijadwalkan berlangsung Minggu (11/10).

Dia juga menilai peluang untuk bersaing tetap terbuka apabila mampu mempertahankan kecepatan yang telah ditunjukkan pada sesi latihan bebas dan kualifikasi. Terkait persiapan untuk race day nanti, dirinya tidak menyiapkan strategi khusus.

Sementara itu, Marc Marquez berhasil menjuarai Sprint Race MotoGP Indonesia 2026 untuk pertama kalinya, setelah melewati persaingan ketat dengan Jorge Martin (Aprilia Racing).

Martin yang sempat memimpin harus puas finis keempat setelah melakukan kesalahan pada dua lap terakhir.