NADIKABAR.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) mengaktivasi sebanyak 980 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) guna melayani Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T, serta di daerah dengan prevalensi tinggi stunting.

Kepala BGN Sudaryono di Aceh Besar, Rabu, mengatakan aktivasi dan operasional SPPG tersebut sebagai upaya memperluas cakupan pelayanan MBG yang merupakan program nasional hingga ke pelosok.

"Hari ini ada sebanyak 980 SPPG atau MBG diaktivasi. Dengan aktivasi ini, maka ratusan SPPG tersebut mulai melayani Program MBG di wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono peresmian SPPG wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi tinggi stunting yang dipusatkan di Gampong Meunasah Masjid, Kecamatan Leupeung, Kabupaten Aceh Besar.

Peresmian juga dilakukan secara virtual terhadap SPPG 3T dan prevalensi stunting tinggi yang tersebar di 16 provinsi wilayah tengah Indonesia meliputi Bali dan Kalimantan, serta Sumatera.

Sudaryono mengatakan aktivasi SPPG tersebut merupakan lanjutan pengoperasian sebanyak 480 dapur MBG wilayah 3T dan prevalensi stunting tinggi di beberapa provinsi di Indonesia.

"Sampai saat ini sudah ada sebanyak 1.460 SPPG wilayah 3T dan prevalensi stunting tinggi yang beroperasi melayani program MBG dengan sasaran anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok masyarakat lainnya," katanya.

Sudaryono menegaskan aktivasi SPPG wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi tersebut merupakan upaya meningkatkan konsumsi protein dan gizi anak-anak sekolah serta kelompok masyarakat penerima sasaran.

"Program MBG di wilayah 3T dan daerah dengan prevalensi stunting tinggi terus dipantau dan dievaluasi bagaimana dampaknya terhadap pertumbuhan anak serta penekanan angka stunting. Hasil Program MBG bukan untuk masa sekarang, tetapi di masa mendatang," katanya.