"Menu seperti itu berpotensi menimbulkan gangguan pencernaan pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Karena itu kami evaluasi agar penyusunan menu lebih memperhatikan faktor keamanan dan kesesuaian konsumsi," katanya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Tulungagung sebelumnya mencatat jumlah siswa dan guru yang mengalami keluhan gangguan pencernaan mencapai 198 orang berdasarkan hasil surveilans epidemiologi.

Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa juga telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk dilakukan pengujian laboratorium guna memastikan penyebab kejadian tersebut.

Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar dalam waktu sekitar dua pekan.

BGN menegaskan penghentian sementara operasional SPPG merupakan langkah pencegahan sekaligus upaya menjaga mutu program MBG agar tetap aman dan memberikan manfaat optimal bagi peserta didik.