Sayangnya, masih banyak petugas dan kepala satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) yang tidak mematuhi. Selain itu ada juga sekolah yang tidak tepat waktu dalam membagikan MBG.
"Kenyataannya masih ada di beberapa daerah orang-orang ini, anak-anak kita ini, kepala-kepala SPPG ini, termasuk PIC-PIC, termasuk ada juga sekolah-sekolah yang tidak tepat waktu dalam membagikan MBG melebihi batas waktu yang ditetapkan," kata Ketut.
Korban Jadi 566 Orang, 88 Santri Diopname
per Rabu (2/9) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo mencatat total korban yang mengalami gejala keracunan, seperti pusing, mual, muntah, dan diare mencapai 566 orang.