NADIKABAR.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut keracunan ratusan siswa di Bogor dan Cirebon dipicu kelalaian yang disengaja. BGN telah mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkait keracunan di Bogor dan Cirebon.
"Terkait kasus kejadian menonjol di Bogor dan beberapa tempat sebelumnya, jujur saja saya sedih dan menyesalkan adanya kejadian tersebut. Terkait kasus Bogor, kami sudah kirim tim dan saya sudah berkoordinasi dengan Bupati, Kapolres, dan Dandim di Bogor," kata Sudaryono di Kantor Kemendagri, Senin (28/10/2026).
Sudaryono mengungkapkan kasus keracunan di Bogor disebabkan oleh pembelian bahan makanan jadi. Dia mengatakan kualitas bahan tidak dikontrol.
"Dugaan di Cirebon dan Bogor adalah dapur membeli bahan makanan barang jadi, bukan bahan mentah. Di Cirebon, mereka beli telur puyuh yang sudah matang dan terkelupas. Kita tidak bisa mengontrol kapan direbusnya, dikupasnya, kebersihannya, dan sebagainya. Di Bogor, diduga karena membeli bumbu kacang sate barang jadi. Kapan diuleknya dan kebersihannya tidak bisa dipastikan," ujarnya.
Sudaryono mengatakan pemeriksaan terkait kasus tersebut sedang dilakukan. Dia mengatakan membeli bahan makanan jadi merupakan kelalaian yang disengaja.
"Ini sedang kami periksa. Terkait nyawa dan kesehatan, saya tidak main-main. Siapa pun pemilik dapurnya, selama membahayakan dan ada kelalaian yang disengaja, wajib hukumnya ditutup permanen," ujarnya.
Dia menyebut tim investigasi telah dikirim. Dia mengatakan Kepala SPPG terkait sudah dicopot dan ahli gizi dipecat.
"Tim investigasi sudah dikirim, CCTV diperiksa. Kepala dapur sudah saya copot, serta ahli gizi dan ahli keuangannya saya pecat. Dapur di-suspend untuk diinvestigasi. Membeli bahan makanan jadi itu adalah kelalaian yang disengaja," katanya.
Dia mengatakan tidak ada toleransi dengan kesehatan dan nyawa. Dia mengatakan MBG harusnya bergizi dan menyehatkan, bukan membuat orang sakit.
"Sekali lagi, saya tidak ingin main-main dengan urusan nyawa dan kesehatan. MBG ini Makanan Bergizi Gratis, jadi harus menyehatkan, bukan bikin orang sakit," ujarnya.
Sebelumnya, 426 orang mengalami keracunan usai menyantap menu MBG di Cirebon. Korban keracunan kemudian mendapat perawatan medis.
Keracunan juga terjadi di Bogor. Ada dua kasus yang terjadi dalam waktu berdekatan. Pertama, keracunan di Cisarua yang menyebabkan 120 orang harus mendapat perawatan medis.
Kedua, keracunan juga terjadi di Dramaga. Total, ada 481 orang yang menjadi korban keracunan menu MBG.