"Sampai hasil evaluasi ya, evaluasi dan hasil lab keluar. Jadi sementara kami sedang laporan ke pusat, pusat akan menimbang apakah di-suspendnya suspend sementara atau suspen permanen," jelasnya.

SPPG Kalitengah diketahui melayani kebutuhan MBG dengan total sekitar 2.800 porsi per hari. Namun, BGN masih melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber dugaan keracunan yang dialami para santri.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, penyebab keracunan belum bisa dipastikan hanya berdasarkan makanan yang dikonsumsi para santri.

Emil mencontohkan, ada santri yang tidak mengonsumsi sayuran dalam menu MBG, tetapi tetap mengalami gejala keracunan. Menurutnya, kondisi tersebut belum bisa menjadi dasar untuk menyimpulkan sayuran bukan sumber masalah.