NADIKABAR.COM β Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat sinergi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan manfaat lebih luas bagi peserta didik dengan peningkatan kehadiran di sekolah dan pembentukan karakter siswa.
Kepala BGN Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar menyampaikan, dukungan sektor pendidikan menjadi bagian penting dalam keberhasilan pelaksanaan MBG.
"Program MBG ini membutuhkan keterlibatan satuan pendidikan, khususnya dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan memperkuat edukasi gizi kepada peserta didik," katanya di Jakarta pada Jumat.
Dukungan tersebut diwujudkan Kemendikdasmen melalui penyediaan fasilitas pendukung di sekolah, seperti pembangunan wastafel, pengalokasian waktu khusus untuk pelaksanaan MBG, serta penguatan edukasi gizi melalui kurikulum pendidikan.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muβti menyampaikan, sejak awal Program MBG telah menjadi bagian dari program strategis pendidikan, terutama dalam mendukung tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat.
Ia juga menilai MBG dapat menjadi sarana penanaman pendidikan karakter melalui pembiasaan budaya mengantre, menjaga kebersihan, berdoa sebelum dan sesudah makan, serta menghargai makanan yang disajikan.
"Kami mengambil banyak sekali panduan tentang bagaimana MBG ini menjadi media untuk menanamkan karakter dan nilai-nilai serta kebiasaan dalam diri anak-anak, contohnya bagaimana mereka antre dan membiasakan hidup bersih," ujar Muβti.
Mendikdasmen juga mengemukakan, terdapat sejumlah penelitian yang mengkaji keterkaitan antara pelaksanaan MBG dan tingkat kehadiran anak di sekolah.
"Tidak hanya makanannya saja yang kita perbaiki, tetapi juga semangat belajarnya meningkat. Ada banyak penelitian yang mengungkap kaitan antara MBG dengan tingkat kehadiran anak ke sekolah, jadi banyak anak yang berangkat ke sekolah, itu karena makan sehat bergizi," katanya.
Melalui sinergi tersebut, BGN dan Kemendikdasmen berupaya memastikan MBG berjalan semakin tepat sasaran dan tepat waktu. Kolaborasi ini diharapkan dapat menyelaraskan pemenuhan gizi, pendidikan karakter, dan peningkatan kualitas pembelajaran sebagai bagian dari upaya membangun generasi Indonesia yang sehat dan cerdas.