Selain menekan angka lapar di kalangan pelajar, eks Wamentan itu juga menyebut konsumsi protein hewani harian siswa juga melonjak dari 26 persen sebelum ada MBG menjadi 84 persen. Begitu pula tingkat konsumsi buah dan sayur yang naik dari 65 persen menjadi 90 persen.

Untuk memaksimalkan capaian tersebut, Sudaryono mendorong keterlibatan guru di sekolah dalam memberikan edukasi gizi secara berkelanjutan kepada peserta didik. Menurutnya, hal itu penting agar pemenuhan nutrisi seimbang.

"Kami memahami bahwa salah satu tantangan bagi anak-anak kita adalah awareness atau kesadaran untuk makan sayuran. Maka kami sangat mengharapkan kepada seluruh kepala daerah dan jajarannya bagaimana pelibatan guru dalam pendidikan gizi ini menjadi penting," tutur Sudaryono.

Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Dapur

Sebagai program prioritas pemerintah, BGN terus membenahi tata kelola hingga penguatan sistem pengawasan dapur MBG. Sudaryono menyebut pihaknya berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk proses pengawasannya.

Sudaryono meminta kepala daerah dan Satgas MBG yang telah dibentuk di daerah agar aktif melakukan inspeksi ke dapur-dapur MBG di wilayah. Hal itu guna memastikan aspek higienitas, perizinan, standar operasional prosedur (SOP), hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).