"Kami mempersilakan barangkali manakala di jam-jam tertentu di dini hari bisa dilaksanakan sidak-sidak, sehingga menambah kemantapan performa masak-memasak di dapur. Hasilnya, makanan yang disediakan benar-benar sehat, bersih, higienis, bergizi, dan mampu meningkatkan gizi anak-anak serta ibu hamil dan menyusui," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono juga menekankan terkait oknum-oknum yang mencoba mencari keuntungan pribadi dari pembukaan dapur gizi MBG. Dia menegaskan seluruh proses aktivasi dapur dilakukan sepenuhnya berbasis sistem tanpa melibatkan perantara.
"Aktivasi dapur yang kami lakukan, kami tidak mengotorisasi siapa pun, kami tidak memerintahkan siapa pun. Semuanya dilaksanakan by system. Tidak ada calo, tidak ada orang yang kemudian mengatasnamakan saya, pimpinan BGN, atau BGN pusat yang kemudian menjajakan jasa dan meminta imbalan," tegas Sudaryono.
Dia mengungkapkan, pihaknya telah mendeteksi adanya oknum di beberapa daerah, seperti di Cilacap, yang meminta pungutan mulai dari Rp 100 juta hingga Rp 200 juta dengan janji pengurusan dapur MBG.
"Jika ada, segera foto, minta buktinya, dan laporkan kepada pihak berwajib, kepada polisi. Kami tidak ada calo, tidak ada menunjuk siapa pun untuk mewakili kami dalam mengaktivasi dapur-dapur ini," pungkas Sudaryono.