NADIKABAR.COM — Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan sebanyak 5.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melaksanakan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan pada akhir 2026.

Kepala BGN Sudaryono di Banda Aceh, Selasa, mengatakan saat ini ada sebanyak 62 SPPG di seluruh Indonesia sedang melaksanakan uji coba penyaluran Program MBG secara prasmanan.

"Saat ini, kami sedang melihat bagaimana efektivitas pelaksanaan Program MBG secara prasmanan, apa dampak positif dan negatifnya. Ada 62 SPPG sedang melaksanakan Program MBG secara prasmanan sejak dua minggu terakhir," katanya.

Menurut Sudaryono, jika nanti dalam uji coba mendapatkan hasil positif, BGN akan menargetkan 1.000 hingga 5.000 SPPG atau dapur MBG melayani program tersebut secara prasmanan.

"Untuk Aceh sendiri sangat memungkinkan pelaksanaan Program MBG secara prasmanan. Kita jangan melihat pelaksanaannya, tetapi ada edukasi yang membangun kemandirian pelajar dalam penyaluran MBG secara prasmanan," katanya.

Sudaryono mengatakan makanan yang disajikan secara prasmanan lebih hangat dan segar saat dikonsumsi. Serta tingkat kehabisan relatif tinggi karena anak-anak mendapatkan kesempatan mendapatkan jika menginginkan makanan tambahan.

Dengan pelayanan prasmanan, kata dia, dapat membangun budaya antre, meningkatkan kesabaran, saling membantu sesama. Selain itu, pelajar yang ingin makanan tambahan bisa mendapatkan dengan cara prasmanan.

"Penerapan sistem prasmanan ini juga dilihat dari kemampuan SPPG dan sekolah, serta partisipasi siswa. Kalau semuanya siap, tentu pelayanan MBG secara prasmanan siap dilaksanakan," kata Sudaryono.