Pelaksanaan MBG melibatkan berbagai pihak dalam ekosistem pangan. Petani dan peternak dapat menyediakan bahan pangan, koperasi berperan menghimpun produk anggota, sementara UMKM dan BUMDes berpeluang terlibat dalam penyediaan maupun distribusi kebutuhan pangan.

Dalam skema ini, SPPG menjadi titik penting yang menghubungkan kebutuhan program dengan pemasok. Pengadaan dari produsen lokal berpotensi menciptakan pasar bagi pelaku usaha di sekitar wilayah layanan sekaligus menjaga kesinambungan permintaan.

Sudaryono juga menekankan pentingnya memprioritaskan bahan pangan dari daerah setempat agar manfaat ekonomi program dirasakan masyarakat lokal. Hal itu disampaikannya saat menanggapi usulan Bulog untuk memasok beras premium bagi program MBG.

"Usulan dari Bulog kami pandang positif. Namun, yang ingin kami tegaskan, Program MBG tetap memprioritaskan penggunaan bahan pangan dari daerah setempat. Kami ingin petani lokal, pedagang lokal, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) ikut merasakan manfaat dari perputaran ekonomi yang dihasilkan program ini," ujar Sudaryono.

BGN menyambut positif usulan Bulog tersebut sebagai dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan beras MBG. Dukungan ini dapat menjadi alternatif ketika pasokan di daerah belum mencukupi, sementara bahan pangan setempat tetap menjadi prioritas. Prinsip ini sejalan dengan upaya memperkuat keterlibatan produsen lokal dalam rantai pasok program.

Salah satu contoh penerapannya terlihat dalam pengadaan telur untuk MBG di Jawa Timur (Jatim). Berdasarkan materi BGN, SPPG di wilayah tersebut diwajibkan membeli telur dari peternak lokal tiga kali seminggu.

Harga acuan yang tercantum sekitar Rp24.000 per kilogram di tingkat peternak, dengan estimasi penyerapan 8-10 persen dari total produksi telur di Jatim. Skema ini diharapkan membuka pasar bagi peternak sekaligus memperkuat perputaran ekonomi daerah.

Penguatan rantai pasok lokal juga memberi ruang bagi koperasi untuk memperkuat fungsi ekonomi anggotanya. Dengan menghimpun produk petani dan peternak, koperasi berpeluang memperluas akses pasar serta membangun hubungan usaha yang lebih terorganisasi dengan penyelenggara program.

Namun, manfaat ekonomi tetap bergantung pada pelaksanaan pengadaan di lapangan, mulai dari keterlibatan pemasok lokal, kesinambungan permintaan, kualitas produk, dan harga yang wajar, hingga ketepatan pembayaran kepada pemasok.

Libatkan Lebih dari Satu Juta Pegawai dan Relawan