"Mereka kan dari sisi populasi lebih banyak dan lebih miskin, sehingga perlulah ada wakil dari negara-negara global south atau negara-negara berkembang di pimpinan lembaga dunia seperti ini," tegasnya.
Presiden Prabowo pun memberikan arahan khusus kepadanya agar mampu membawa perubahan dan perhatian bagi negara-negara berkembang di tataran global.
Meski begitu, proses pemilihan Dirjen WHO masih harus melewati mekanisme yang cukup panjang. Mulai dari seleksi yang dilakukan dewan eksekutif WHO hingga pemilihan akhir oleh anggota WHO dari berbagai negara.
Dikutip dari laman resmi WHO yang diperbaharui 22 Agustus 2026, BGS masuk dalam daftar usulan calon Dirjen WHO bersama tiga kandidat lainnya. Nama yang saat ini sudah tercatut, yakni Hanan Balkhy dari Arab Saudi, Hans Kluge dari Belgia, dan Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar.
Salah satu kandidat, yakni Hans Kluge merupakan salah satu bagian dari WHO. Ia merupakan Direktur Regional WHO untuk Eropa.
Sebelumnya, media berita pembangunan global Devex melaporkan bahwa BGS merupakan salah satu figur potensial yang dijagokan menjadi Dirjen WHO berikutnya. Dalam wawancara di sela-sela Sidang Kesehatan Dunia (World Health Assembly) ke-79 di Jenewa, BGS mengaku telah mendiskusikan peluang tersebut bersama Presiden RI Prabowo Subianto.