NADIKABAR.COM β€” Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan akselerasi ekonomi dan keuangan digital mengalami peningkatan di tengah risiko geopolitik, perlambatan ekonomi global, hingga inflasi yang tinggi di negara maju yang berdampak ke aliran modal ke negara emerging countries, termasuk Indonesia.

β€œAkselerasi digital economy dan keuangan Indonesia ini terus mengalami peningkatan, baik itu terkait dengan sistem pembayarannya, kemudian terkait dengan seluruh transaksi dalam perekonomian, juga dalam pemanfaatan digitalisasi, termasuk AI (Artificial Intelligence). Dalam kita bekerja, Itu semua berkembang dengan pesat sekali,” ucapnya dalam acara Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) di Jakarta, Kamis.

Fondasi ekonomi Indonesia sendiri dinilai relatif kuat dengan pertumbuhan ekonomi semester I-2026 sebesar 5,45 persen, inflasi di level 3,19 persen, dan volatilitas nilai tukar rupiah yang tetap terjaga di tengah tekanan dari dolar AS terhadap berbagai kurs di negara emerging countries.

Di samping itu, dia menekankan bahwa ekonomi digital yang dibangun harus berdasarkan kepercayaan dengan proteksi keamanan yang baik dalam tata kelola hingga perlindungan konsumen.

Dalam konteks ini, Destry menganggap inovasi terkait sistem pembayaran yang disediakan BI menunjukkan perkembangan luar biasa.