NADIKABAR.COM — Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan bank sentral Indonesia telah mengantisipasi era suku bunga global yang tinggi atau higher for longer dengan menaikkan BI-Rate pada Mei-Juni 2026 sebesar 100 basis poin (bps) secara kumulatif.

Ia menekankan bahwa BI senantiasa menerapkan langkah pre-emptive dan forward looking dalam merumuskan kebijakan moneter.

“Apa yang kami lakukan sejak Mei dan Juni, kita mengantisipasi dengan kondisi ketidakpastian akan makin tinggi, bahwa akhirnya menaikkan suku bunga BI-Rate hingga 100 basis poin. Pertama, 50 bps. Kemudian 25 bps, dan akhirnya 25 bps juga di bulan Juni,” kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu.

Destry mengatakan langkah tersebut mencerminkan prioritas bank sentral Indonesia yang tetap mengedepankan stabilitas karena ketidakpastian global yang sangat tinggi.

Ia menambahkan bahwa ketidakpastian global tidak selamanya direspons dengan kenaikan suku bunga, sehingga BI memilih mengeluarkan kebijakan insentif biaya hedging bagi investor asing untuk menarik arus masuk modal asing dan mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah.