Keyakinan tersebut, antara lain didukung oleh aktivitas pariwisata yang masih kuat serta konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga.

Kondisi itu, kata dia, sejalan dengan kinerja penjualan eceran Agustus 2026 yang diprakirakan tetap kuat yaitu Indeks Penjualan Riil (IPR) yang diperkirakan berada di level 129,2, atau tumbuh 0,5 persen secara bulanan.

Selain faktor konsumsi domestik, optimisme pelaku usaha juga didukung oleh pertumbuhan pembiayaan di sektor perdagangan.

Pasalnya, BI mencatat kredit lapangan usaha perdagangan hingga Juli 2026 tumbuh 1,86 persen yang mengindikasikan masih adanya dukungan pembiayaan dari lembaga jasa keuangan terhadap aktivitas usaha ritel di Bali.