NADIKABAR.COM — Bank Indonesia (BI) berpartisipasi aktif mendukung penanganan karhutla sebagai komitmen mendukung upaya kemanusiaan, memperkuat ketahanan masyarakat saat bencana, serta mendorong sinergi dalam pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak karhutla secara berkelanjutan di Kalteng.
BI antaralain membantu melengkapi kebutuhan sarana prasarana penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk memperkuat upaya penanganan di lapangan.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam keterangan yang diterima di Palangka Raya, Jumat, mengatakan, bantuan tersebut berupa pompa pemadam, selang bertekanan, nozzle pemadam dan suntikan gambut, tandon air portabel, BBM, alat pelindung diri (APD), serta logistik operasional bagi petugas itu disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng.
"Disalurkan juga perangkat medis untuk penanganan kedaruratan pernapasan, antara lain masker berstandar KN95 dan tabung oksigen portabel. Semua itu demi mendukung penanganan gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap," katanya.
Selain bantuan untuk memperkuat kapasitas penanganan karhutla melalui BPBD, BI juga memberikan dukungan langsung kepada masyarakat terdampak melalui Posko Layanan Kesehatan Gratis. Di mana layanan kesehatan gratis itu diselenggarakan di Kelurahan Kameloh Baru dan Kelurahan Kalampangan, Kota Palangka Raya, pada 21-22 September 2026.
Layanan kesehatan gratis tersebut merupakan bagian dari kegiatan serentak yang dilaksanakan di tujuh provinsi prioritas penerima bantuan penanganan karhutla. Pelaksanaannya melibatkan dokter dan tenaga kesehatan dari Kantor Pusat BI yang bersinergi dengan tenaga kesehatan setempat dari RSUD Kalampangan dan Puskesmas Kalampangan.
Destry mengatakan, semua kegiatan itu dilaksanakan oleh Kantor Perwakilan BI Kalteng dengan bersinergi bersama sejumlah mitra kerja daerah, mulai dari BPBD Kalteng, BPBD Palangka Raya, serta pemerintah Kelurahan Kalampangan dan Kelurahan Kameloh Baru.
"Sinergi tersebut dilakukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya dalam menangani keluhan kesehatan akibat paparan kabut asap karhutla," katanya.
Selain layanan kesehatan, KPwBI Kalteng juga menyalurkan 400 paket sembako yang dilengkapi masker kesehatan kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung perlindungan kesehatan masyarakat selama periode kabut asap.