"Akseptasi QRIS terus berkembang di Sulawesi Tenggara, baik dari sisi pengguna maupun merchant, sehingga pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas transaksi masyarakat dan pelaku usaha," kata Edwin.

Dia menyebutkan bahwa selain jumlah pengguna, akseptasi dari pelaku usaha juga mengalami lonjakan. Jumlah merchant penyedia layanan QRIS di Sultra kini mencapai 286.786 unit atau tumbuh 32,02 persen (yoy) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Sultra.

"Dari sisi nominal, nilai transaksi QRIS di Sultra pada Agustus 2026 menembus Rp617,12 miliar dengan volume transaksi mencapai 6,48 juta kali. Tren positif ini diprakirakan terus berlanjut seiring meluasnya penggunaan pembayaran nontunai di berbagai sektor usaha," ujarnya.