NADIKABAR.COM β Bank Indonesia (BI) menyatakan saat ini fokus untuk menjaga kepercayaan (trust) masyarakat seiring dengan pesatnya perkembangan sistem pembayaran digital, sebagaimana tercermin dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.
βBSPI 2030 adalah fase berikutnya dari BSPI 2025. Dalam BSPI 2020 ke 2025, kami berpikir bagaimana fokus ke inklusi. Di tahun 2025 sampai 2030, kami berpikir, βAyo, kita jagain trustβ. Dengan apa? Dengan inisiatif-inisiatif kita yang related dengan integritas,β kata Direktur-Kepala Grup Kebijakan dan Strategi Inovasi dan Digitalisasi Data BI Agung Bayu Purwoko dalam Forum Group Discussion (FGD) di Jakarta, Senin.
Ketika fokus sistem pembayaran sebelumnya diarahkan pada inklusi, Agung mengatakan kolaborasi dengan berbagai otoritas dan pelaku industri telah berhasil dijalin.
Menurutnya, pendekatan serupa juga diperlukan dalam upaya menjaga kepercayaan sekaligus menangani penipuan online di tengah semakin tingginya digitalisasi sistem pembayaran.
Ia meyakini bahwa upaya menjaga kepercayaan bukan sesuatu yang mustahil untuk dioptimalkan. Terlebih, ujar Agung, BI melalui pada BSPI 2030 juga mendorong peningkatan kapabilitas penyedia jasa sistem pembayaran, termasuk kemampuan dalam mendeteksi penipuan.
βKalau dulu bagaimana kita menargetkan peningkatan merchant QRIS, transaksi dan sebagainya, ke depan kita juga ingin bagaimana mereka meningkatkan fraud detection-nya,β kata Agung.