NADIKABAR.COM β€” Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menghitung dampak akibat kendala pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Dewata terhadap ekonomi daerah yang diperkirakan masih dalam skala terbatas.

β€œMengingat proses normalisasi pasokan dan distribusi BBM sedang berlangsung, dampak terhadap perekonomian daerah diprakirakan tetap terbatas dan bersifat sementara,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Achris Sarwani di Denpasar, Rabu.

Ia menjelaskan keterbatasan pasokan BBM dalam beberapa hari terakhir terutama berdampak pada kelancaran mobilitas masyarakat dan wisatawan serta menimbulkan keterlambatan sebagian aktivitas operasional usaha.

Adapun dampak yang dilaporkan di antaranya keterlambatan layanan transportasi wisatawan, penjemputan dan pengantaran tamu hotel, serta pengiriman kebutuhan operasional seperti bahan makanan, minuman dan jasa binatu.

Meski begitu, ia mencermati aktivitas usaha secara umum masih berjalan dan belum terdapat indikasi gangguan yang signifikan terhadap keseluruhan kegiatan ekonomi Bali.

Berdasarkan simulasi bank sentral itu, apabila keterbatasan BBM berlangsung selama tiga hingga lima hari, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi Bali diprakirakan mengalami koreksi sekitar 0,014 persen.

Kontraksi pertumbuhan ekonomi diperkirakan menjadi lebih dalam sekitar 0,019 apabila kendala itu berlangsung hingga tujuh hari.