NADIKABAR.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menekankan ekonomi syariah harus didorong tidak hanya menjadi potensi tetapi juga berkembang sebagai ekosistem yang mampu memperkuat sektor riil, memperluas pembiayaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim mengatakan ekonomi syariah saat ini telah menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang menghubungkan nilai halal dan amanah dengan produktivitas serta aktivitas ekonomi yang inklusif.

"Ekonomi syariah hari ini bukan lagi sekadar sebuah potensi tetapi sudah menjadi ekosistem dan bahkan menjadi salah satu sumber kepentingan ekonomi yang semakin penting dan mampu menghubungkan nilai-nilai halal, amanah dengan produktivitas tinggi dengan aktivitas yang nyata," katanya dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 di Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, Jawa memiliki modal kuat untuk mengembangkan ekonomi syariah karena ditopang basis industri serta usaha mikro, kecil, dan, menengah (UMKM) yang besar, pasar luas, serta jaringan pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang kuat.

Ia menyebutkan ekonomi Jawa pada triwulan II 2026 tumbuh 5,65 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sehingga kawasan tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan halal value chain nasional, khususnya sektor makanan halal, modest fashion, dan halal tourism.