LCT mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral, sehingga mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas nilai tukar serta memfasilitasi perdagangan dan investasi dengan negara mitra.
Saat ini, Indonesia telah mengimplementasikan kerja sama LCT dengan tujuh negara mitra, yaitu Malaysia, Thailand, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Singapura.
Pada semester I 2026, catat Bank Indonesia, nilai transaksi LCT mencapai 42,07 miliar dolar AS atau tumbuh 259 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 11,72 miliar dolar AS.
Transaksi LCT semester I 2026 juga telah melampaui capaian sepanjang 2025 yang sebesar 25,74 miliar dolar AS. Menurut Bank Indonesia, kerja sama ini terus diperluas dengan negara mitra lainnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan bahwa ketahanan tidak hanya berarti kemampuan menghadapi krisis, tetapi juga kemampuan beradaptasi dan menjaga kepercayaan publik.
Juda menambahkan, ketahanan perlu dibangun sebelum krisis melalui kebijakan yang kredibel, institusi yang kuat, tata kelola yang baik, adaptasi berkelanjutan, dan kerja sama.
Untuk itu, sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan diperlukan untuk merespons perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi.