NADIKABAR.COM — Bank Indonesia (BI) menilai perlu adanya penguatan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia agar potensi pasar global yang besar dapat dimanfaatkan secara optimal terutama pada sektor keuangan syariah yang masih menghadapi sejumlah tantangan.

"Indonesia saat ini berada dalam peringkat keempat dari global soal pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Kita sangat ditolong dengan modest fashion yang sekarang sudah sangat mendunia, kemudian makanan halal," kata Gubernur BI Destry Damayanti dalam pembukaan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa 2026 di Surabaya, Sabtu.

Destry mengingatkan posisi Indonesia di peringkat keempat tersebut merupakan penurunan dari peringkat ketiga sebelumnya yang salah satunya menunjukkan masih perlunya penguatan pada sektor lain di luar modest fashion dan produk halal khususnya keuangan syariah.

Menurut dia, pengembangan keuangan syariah di Indonesia masih banyak yang harus dibenahi.