NADIKABAR.COM β€” Bank Indonesia (BI) mengoptimalkan peran kantor perwakilan sebagai upaya untuk mendorong pengembangan potensi ekonomi Sumatera Utara (Sumut).

β€œProvinsi ini merupakan daerah yang sangat potensial, baik dari sisi ekonomi maupun jumlah penduduk,” ujar Gubernur BI Destry Damayanti saat memberikan sambutan pada upacara pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara di Medan, Jumat.

Destry mengatakan, Sumatera juga memiliki sumber daya yang melimpah sehingga perlu didukung dengan penguatan peran kantor perwakilan BI di daerah.

Lebih lanjut, optimalisasi kantor perwakilan merupakan bagian dari upaya BI guna memastikan kebijakan yang dirumuskan di tingkat pusat dapat diterapkan secara efektif dengan mempertimbangkan kebutuhan dan karakteristik ekonomi daerah.

Ia menilai, pengalaman pimpinan kantor perwakilan menjadi salah satu modal untuk memperkuat pelaksanaan tugas tersebut.

Destry mengatakan, Ameriza M Moesa sebagai Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara telah memiliki pengalaman sekitar 30 tahun berkarier di BI, termasuk bertugas di Banten, Kalimantan Timur, Jawa Barat, serta sejumlah bidang di kantor pusat.

"Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas BI dalam mendorong perekonomian Sumut," ucap dia.

Selain itu, BI terus mengoptimalkan jejaring 46 kantor perwakilan di dalam negeri dan lima kantor perwakilan di luar negeri untuk memperkuat pengembangan ekonomi daerah.

β€œJejaring tersebut dimanfaatkan untuk mempertemukan potensi usaha di daerah dengan kebutuhan pasar dan calon investor melalui unit hubungan investasi,” ujarnya.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Ameriza M Moesa mengatakan, akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut dan pemangku kepentingan lainnya guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sumut pada 2026 mencapai 5,11 persen, meningkat dibandingkan realisasi sebelumnya sebesar 4,81 persen.

Menurut dia, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dalam penguatan sektor ketenagakerjaan maupun pengembangan pariwisata di Sumut.

Selain itu, perkembangan ekonomi daerah juga dilalukan dengan penerapan Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization (Qresto) sebagai upaya mengoptimalkan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD).